Mobil Alfarez berhenti di depan sebuah rumah sederhana di pinggiran Bogor. Halamannya kecil tapi asri, penuh tanaman hijau dan beberapa pot gantung yang tampak dirawat dengan penuh cinta. Rumah itu tidak besar, namun memancarkan kehangatan. Begitu Najwa membuka pagar dan melangkah masuk, terdengar suara riang seorang anak kecil. “Mamaaa!” Seorang anak perempuan berusia sekitar tiga tahun berlari kecil dari dalam rumah, mengenakan dress warna pink dengan rambut sebahu yang dikuncir dua. Alfarez terpaku di tempatnya. Hatinya tercekat. “Mama?” gumamnya dalam hati. Pandangannya menatap ke arah Najwa yang dengan senyum lebar segera mengangkat anak itu dan menggendongnya penuh sayang. “Aduh… Faraaa… kangen mama ya?” ucap Najwa sambil mencium pipi anak kecil itu berkali-kali. Anak itu terta

