Waktu memang tak bisa menghapus luka secepat embun pagi menguap oleh mentari. Tapi satu bulan cukup untuk membuat tubuh Kenanga pulih, meski hatinya masih meninggalkan bekas-bekas nyeri yang belum hilang seluruhnya. Hari ini, rumah besar Revan kembali tenang. Alfarez tumbuh sehat, mulai belajar mengoceh dengan manja dalam gendongan Sus Mira. Dan Kenanga… sudah kembali berjalan, bergerak, dan beraktivitas ringan. Tapi sorot matanya belum sepenuhnya cerah seperti dulu. Di ruang tamu, duduklah Mia—sekretaris utama Revan yang dikenal tegas dan berwibawa. Hari ini ia datang bukan sebagai bawahan, tapi sebagai kakak dari seorang wanita yang telah membuat badai dalam rumah tangga atasannya. “Mbak Kenanga…” ucap Mia lembut. Kenanga menatapnya, duduk tenang di sofa sambil menyentuh gelas teh ha

