bc

Be My Man

book_age18+
12
IKUTI
1K
BACA
confident
boss
drama
sweet
bxg
office/work place
enimies to lovers
first love
friendship
like
intro-logo
Uraian

Demi pengobatan sang kekasih, Raditya Anjasmara akhirnya rela diperbudak oleh seorang wanita angkuh....

Namun ternyata dibalik keangkuhan wanita bernama Anjani Kusumaningtyas itu banyak kisah rumit dan suram yang berhubungan dengan Raditya....

Walau sejujurnya Anjani selalu meperlakukan Raditya dingin agar Raditya tetap membencinya... Namun Perasaan hangat dibalik sikap dingin Anjani berhasil masuk ke dalam hati Raditya...

Bagaimanakah takdir membawa mereka ditambah dengan kekasih Raditya yang akhirnya sadar dari komanya....

chap-preview
Pratinjau gratis
Part 1
"Kau sudah memutuskan?..." tanya seorang wanita dengan dress elegan dan duduk santai di kursi kebesaran miliknya karena saat ini Ia sedang berada di kantornya sebagai pemilik perusahaan. "Sepertinya Saya tidak punya pilihan?..." jawab pria tampan dengan wajah datar seolah menunjukkan bahwa Ia tidak rela mengikuti kemauan wanita angkuh di hadapannya itu. Pria dengan tubuh tegap dan rambut belah tengah sedikit menutupi kening dan tatapan tajam yang justru membuatnya lebih memikat. Walau warna kulitnya sedikit kusam kecoklatan karena sering terkena sinar matahari namun itu tidak mengurangi ketampanannya. "Baguslah..... Aku suka jawabanmu..." jawab wanita itu lagi dengan senyum angkuhnya lalu berjalan mendekati pria yang sedari tadi berdiri di hadapannya. Jika divisualisasikan Radit itu seperti Nicholas Saputra namun dengan kulit lebih gelap. "Apa yang Anda inginkan sesungguhnya dariku Nona Anjani?..." tanya Pria itu datar. "Tidak ada.... Aku hanya ingin Kau berada di sampingku saat Aku ingin... Raditya Anjasmara..." jawab Anjani sembari membelai wajah tampan Radit kemudian mengalungkan tangannya ke leher Radit dan menjinjitkan sedikit kakinya agar bibirnya bisa menjangkau bibir Radit. Selisih tinggi Radit dan Anjani memang cukup jauh, 20cm sehingga Anjani nampak mungil di dekat tubuh tegap dan tinggi Radit. Anjani mengecup pelan bibir Radit lalu menempelkannya cukup lama namun sama sekali tidak ada tanggapan atau balasan. "Sikap dinginmu ini sungguh membuatku tertantang tuan Radit..... Tapi Aku pastikan Aku tidak akan mudah menyerah...."ujar Anjani sembari memeluk erat tubuh tegap Radit. "Untuk wanita sekelasmu, kau nampak menjijikan..."gumam Radit sinis. Kecantikan wajah dengan kulit putih bersih dan tubuh mungil indah nampaknya tidak mempengaruhi rasa benci Radit pada Anjani. Jika Radit seperti Nicholas Saputra, maka Anjani seperti Julie Estele dengan wajah angkuhnya. "Tubuhmu tetap hangat dan nyaman untuk ku peluk walau Kau tidak membalas atau bahkan tidak suka saat Aku memelukmu...."ujar Anjani santai tidak menanggapi hinaan dari Radit. "Nona.... saatnya rapat..." ucap Rani sekretaris Anjani sesaat setelah membuka pintu ruangan Anjani. "Lain kali jika Aku sedang bersamanya... jangan pernah menggangguku..." ucap Anjani pelan namun tersirat kemarahan di dalamnya. "Maafkan Saya Nona..."ujar Rani sopan dan sedikit takut lalu undur diri dari ruangan itu. "Aku pergi dulu.... Kau boleh kembali pada kekasihmu itu.... Mulai malam ini Kau tinggal di rumahku..." ujar Anjani beranjak meninggalkan ruangannya namun terhenti saat mendengar suara Radit. "Itu di luar kesepakatan... Bukankah Anda bilang Saya bisa tetap bersamanya..... Saya hanya perlu menemui Anda jika Anda menginginkan Saya..." ujar Radit dingin dengan tatapan tajamnya. "Iya.... dan Aku tidak melarangnya.... Aku hanya bilang Kau tinggal di apartemenku namun Aku tidak memaksamu untuk pulang sayang.... Aku hanya ingin jika Kau ingin pulang... Kau pulang ke tempatku.... Bukankah itu lebih praktis jika Aku tiba-tiba merindukanmu..." Anjani kembali membelai wajah Radit lalu mengecup sekilas bibir Radit sebelum akhirnya pergi untuk rapat. Radit hanya bisa mengepalkan tangan emosi namun tidak bisa berbuat apa-apa karena Ia membutuhkan Anjani, tepatnya uang Anjani. Walau Ia nampak seperti menjual diri, namun hal itu tidak jadi masalah asal Ia bisa menyelamatkan kekasihnya. ~oO0Oo~ "Hai.... bagaimana keadaanmu?... Aku merindukanmu.... Aku merindukan celotehanmu...." ucap Radit lirih membelai kepala kekasihnya yang kini terbaring lemah di ranjang rumah sakit dengan bermacam peralatan medis menempel di tubuhnya. Dua bulan yang lalu Yulisa mengalami kecelakaan sepulangnya bekerja dari sebuah restaurant. Radit dan Yuli merupakan anak yatim piatu yang berasal dari panti asuhan yang sama. Namun saat umur Yuli 17 tahun dan Radit 19 tahun, mereka memutuskan untuk keluar dari panti asuhan untuk hidup mandiri. Selama di luar panti asuhan Radit menghidupi Yuli dengan bekerja sebagai pelayan restaurant karena Radit hanya lulusan SMA. Berbeda dengan Radit, Yuli bisa melanjutkan pendidikannya hingga lulus kuliah karena mendapat beasiswa. Selagi kuliah Yuli juga ikut bekerja bersama Radit sebagai pelayan restaurant. Selama 6 tahun di luar panti mereka selalu bersama tanpa ada rahasia antara mereka. Sosok Yuli yang ceria membuat Radit yang dingin dan cuek menjadi lebih hangat dan bisa tersenyum. Kecelakaan yang menimpa Yuli benar-benar membuat Radit kehilangan dan merasa bersalah. Dokter sudah pesimis dengan keadaan Yuli. Namun Radit tidak rela kehilangan satu-satunya orang yang ia miliki dan Ia sayangi. Radit juga merasa bersalah karena pada malam itu Radit tidak bisa menjemput Yuli sepulang bekerja sebagai manager sebuah perusahaan sehingga membuat Yuli tertabrak mobil. "Aku harap Kamu segera bangun agar kita bisa kembali bersama dan Kamu bisa membebaskanku dari wanita menjijikan itu..." ucap Radit geram saat mengingat Anjani. Flashback "Selamat malam Raditya Anjasmaa..." "Iya Nona..... Selamat malam...." "Aku tahu mengenai keadaan kekasihmu Yuli.... Aku ingin membantumu..." "......" "Aku tidak akan berbasa-basi.... Aku bersedia membiayai seluruh biaya perawatan kekasihmu...." "Apa maumu?.... " "Kau.... Be My Man..." "Kenapa Anda mau Saya?.... Kurasa di luar sana banyak yang bersedia bersama anda melihat latar belakang Anda sebagai wanita kaya..." "Apalagi? Karena Aku menyukaimu..." "Maaf.... Aku tidak butuh bantuanmu...." "Benarkah?.... Aku tahu kekasihmu masih hidup karena perlatan medis itu dan dokterpun sudah menyerah.... Jadi Aku yakin uang tabunganmu selama ini sudah mulai habis..... Aku akan memberikan penawaran yang tidak akan merugikanmu... " "Apa penawarannya?......" "Mudah.... seperti kataku tadi... Kamu hanya perlu menjadi pria-ku.... Just Be My Man.... Thats it.... Bukankah itu mudah?...." "Apa yang harus kulakukan?...." "Kau hanya perlu ada di saat Aku ingin...." "Sampai kapan?.... " "Sampai kekasihmu sadar..." "Kau yakin?...." "Kau tidak perlu meragukan ucapanku.... Aku orang yang selalu menepati apa yang Aku katakan.... jika Kau meragukan keuanganku... tenang saja.... uangku bahkan mampu membiayai perawatan kekasihmu untuk seumur hidup..." "Bagaimana jika...." "Jika kekasihmu meninggal?!.... Kau bebas.... tanpa syarat apapun..." "........" "Kau bisa memikirkannya.... Penawaran itu berlaku seumur hidup... tapi yang harus Kau ingat... mungkin hidup kekasihmu tidak akan lama.... jadi berpikirlah dengan cepat...." Flashback end Itulah pembicaraan yang pertama kali terjadi antara Radit dan Anjani. Radit tidak tahu dari mana Anjani mengetahui tentang Yuli sehingga Anjani menemuinya malam itu sepulang Ia bekerja sebagai pelayan di club malam. Setelah merasa keuangannya menipis karena biaya perawatan Yuli, Radit pun bekerja lebih keras. Dari pagi hingga sore ia bekerja sebagai pelayan restaurant dan pada malam hingga pagi hari Ia bekerja sebagai pelayan di sebuah club malam. Radit cukup terkejut dengan penawaran yang tiba-tiba ini, terlebih penawaran tersebut datang dari pengusaha muda yang terkenal. Radit bahkan tidak mengenal siapa wanita itu. Yang Ia ketahui hanya wanita itu adalah pengusaha yang sukses. Radit ragu menerima penawaran itu seolah menunjukkan jika Ia menjual diri. Namun tekadnya untuk menyembuhkan Yuli membuatnya rela melakukannya. Ia cukup senang tidak perlu berpura-pura baik di hadapan wanita yang membelinya itu, karena Ia akan sulit jika diharuskan berakting menyukai saat-saat bersama wanita itu. Radit bukanlah tipe pria yang mudah berbohong. Ia lebih memilih diam daripada harus berbohong. ~oO0Oo~ "Semua pakaianmu sudah pindah ke apartement ku...." Radit hanya bisa mendengus kesal membaca pesan singkat dari wanita yang baginya sangat menyebalkan dan menjijikan. Awalnya Radit ingin pulang sebentar untuk mandi dan berganti pakaian, namun dari pada harus pulang ke apartement wanita itu Radit lebih memilih tidak mandi dan tidur di kamar rawat Yuli. Saat melihat wajah Yuli yang polos tanpa make up namun cantik, Radit pun teringat wajah Anjani yang berbeda sekali dengan Yuli. Anjani selalu memoles mukanya dengan make up yang cukup tebal untuk menunjukkan keangkuhannya. Karena itulah Radit menganggap Anjani wanita yang menjijikan karena menggunakan make up tebal untuk mempercantik diri yang mungkin digunakan untuk menggoda banyak pria kaya. Sudah dua hari Radit tidak pulang karena Ia malas bertemu Anjani dan juga karena Anjanj yang tidak memintanya. Kini Kim Bum sedang memandangi wajah Yuli yang masih nyaman dalam lelapnya. Kegiatan itu terpaksa berhenti saat mendengar suara ketukan pintu dan melihat wajah Anjani di kaca pintu. Radit menghela nafas kasar sebelum akhirnya menemui Anjani. Setelah sampai di luar ruang rawat Yuli, Radit melihat Anjani yang tengah berdiri membaca tulisan-tulisan yang di tempel pada dinding rumah sakit. "Kenapa tidak masuk saja?...." tanya Radit langsung dengan wajah datarnya setelah mendekat ke Anjani yang berjarak 5 meter dari kamar Yuli. "Aku tidak ingin mengganggu...." jawab Anjani langsung mengalungkan tangannya pada leher Radit. "Dengan mengetuk pintu kau sudah mengganggu... kenapa tidak sekalian masuk saja.... merepotkan..." ucap Radit sinis. "Karena Aku ingin memeluk dan menciummu sayang..." jawab Anjani santai kemudian mengecup pelan dan lama bibir Radit namun tetap tidak ada balasan. "Aku juga wanita... Aku tahu perasaan seorang wanita pasti akan sakit saat mengetahui pria yang dicintainya berciuman dan berpelukan dengan wanita lain...... walau dia tidak melihatnya namun Aku yakin dia akan mengetahuinya saat kita berbicara.... walau koma, namun Ia masih bisa mendengar semua yang terjadi di sekelilingnya...." ucap Anjani santai walau masih terdengar nada angkuhnya. Cukup lama terjadi keheningan antara Radit dan Anjani. Walau Radit tidak nyaman namun Ia lebih memilih diam dari pada harus memulai pembicaraan. Sementara Anjanj masih asyik menatap dan mengusap pipi Radit. "Pulanglah..... Kau pasti lelah harus tidur di sofa terus.... kalau alasan mu malas ke apartement karena ada Aku, Kau tenang saja... malam ini Aku tidak akan pulang... Aku akan melakukan perjalanan bisnis selama sebulan penuh...." ucap Anjani sembari memeluk Radit. Radit hanya diam tanpa membalas baik perkataan atau perlakuan Anjani. Mereka pun kembali terdiam cukup lama dengan keadaan berdiri dan Anjani yang memeluk Radit. Sekarang sudah malam dan lewat jam besuk sehingga lorong rumah sakit itu nampak sepi. "Kau makanlah... Aku sudah membawakan makanan..... di kulkas pun sudah banyak makanan yang bisa Kau hangatkan jika Kau ingin makan.... baiklah.... Aku pergi..." ucap Anjani lagi kemudian mencium bibir Radit sekilas dan melangkahkan kakinya menjauhi Radit. Melihat Anjani yang menjauh, Radit pun segera menuju kamar Yuli dan membawa bekal makanan yang terletak di kursi tunggu depan kamar Yuli. Walau Radit cukup ragu memakan bekal itu karena berpikir Anjani meracuninya, namun hal itu dibantah mengingat tidak ada untungnya melakukan itu dan juga Radit cukup yakin Anjani bisa dipercaya. Entahlah, Radit juga tidak tahu kenapa Ia bisa yakin dan percaya pada Anjani.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.9K
bc

TERNODA

read
198.8K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.6K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.9K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
61.8K
bc

My Secret Little Wife

read
132.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook