Vanya kembali ke apartemennya, dia masuk ke dalam. Vanya yang melamun, berjengit kaget saat melihat Devan tengah duduk di sofa, "Devan? Kau disini? Aku pikir kau sudah kembali ke rumah mu." "Ada yang ingin aku bicarakan denganmu lebih dulu." Devan berdiri dari duduknya, "Kenapa kau tidak memberitahuku jika kau pulang? Aku bisa menjemputmu Vanya." "Aku hanya tidak ingin merepotkan mu Dev." Devan berdiri di belakang Vanya, lalu memeluknya, "Sama sekali tidak merepotkan ku sayang. Bukankah aku sudah katakan padamu, telepon aku jika kau mau pulang, tapi kau tidak melakukan itu." "Aku minta maaf, aku pikir kau sedang bersama ibumu, jadi aku tidak ingin mengganggumu." Ucap Vanya berbohong, ada alasan lain, tapi Vanya tidak bisa memberitahu Devan tentang itu. "Tidak apa-apa sayang, kau tid

