Devan kini tengah berbaring di paha Vanya yang duduk bersandaran pada kepala ranjang. Sesekali Vanya mengusap rambut Devan. Devan terlihat serius dengan game di ponselnya. "Kau suka bermain game?" Tanya Vanya. Vanya pura-pura tidak tau jika Devan sangat menyukai game online. Dulu, saat mereka masih sekolah, saat mereka bertemu, Vanya sering kali melihat Devan bermain game di ponselnya. Devan pernah mengatakan padanya, jika kelak Devan ingin menjadi gamers. Tapi sejak mereka berpisah, kemudian di pertemukan kembali, Vanya tidak tau kenapa tiba-tiba Devan menjadi CEO. Tidak heran juga, karena Devan termasuk siswa paling pintar pada jaman sekolah dulu. "Aku selalu menyempatkan waktu untuk menjernihkan pikiranku dengan bermain game. Setiap hari aku selalu stres memikirkan pekerjaan, belu

