KUNING (2)

526 Kata
Aku pun langsung menggendong bayiku dan suamiku dengan sigap sudah menunggu di gerbang untuk menuju ke rumah sakit,sepanjang jalan begitu banyak pikiran dan kemungkinan buruk yang hinggap sampai aq tak sanggup untuk menahan air mataku...sekilas ku lihat ke belakang ada ibu dan mas nano yang masih mengikuti kami...sesampai di rumah sakit suamiku menurunkan ku di depan pintu masuk IGD,sementara dia memarkir motornya... "Ada yang bisa kami bantu ibu?"tanya seorang satpam "Iya pak,anak saya kuning bisa tolong dibantu?" "Baik ibu bisa isi formulir dulu" "Nanti saja suami saya pak,dia lagi parkir motor...yang penting tangani anak saya dulu"ujarku sambil menangis "Baik bu,mari ke dalam" Saat kami masuk beberapa suster dan dokter menghampiri kami dan membawa kmi ke salah satu ruang IGD yang disekat khusus untuk bayi... "Kenapa ibu dengan bayinya?"tanya salah satu dokter atau suster karna aku sulit membedakan nya dalam keadaan panik begini "Bayi saya kuning ibu" "Sejak kapan?" "Saya taunya tadi pagi pas mau saya jemur" "Apakah bayinya terbiasa tidur terus seperti ini bu?" "Iya ibu,bayi saya memang tidur terus...jika diberi asipun menghisapnya kurang aktif,jika tidak digoyang mulutnya maka dia akan malas menghisap" Begitu banyak pertanyaan yg diberikan sampai tiba tiba aku merasa semuanya gelap dan akupun jatuh,masih sempat ku lihat mas gima yang masuk dan berlari untuk menahanku... Ketika sadar aq sudah terbaring di ranjang rumah sakit dengan mas gina berada di sampingku,histeris ku tanyakan dimana bayiku berada... "Ay,mana si dede ay?" "Ada yank,sedang ditangani dokter" "Ayo ay kita kesana,si dede sendirian ay" "Ada ibu dan mas nano jaga dede,sudah sekarang kamu minum dulu, tenang dulu,jangan panik,sekiranya udah kuat baru kita ke sana"ucap suamiku sambil mengelus tanganku" Ku tarik nafas menenangkan diri,ketika jauh lebih tenang langsung ku teguk air yang diberi mas gima padaku...rasanya jauh lebih baik walaupun kepalaku masih sedikit pusing,tapi aku katakan dalam hatiku kalo anakku membutuhkanku dan aku harus kuat... "Gimana yank?udah tenang?"tanya suamiku dengan lembut "Udah ay,ayo kita liat dede" "Ayo,perlahan lahan aja...dede sudah dalam penanganan dokter,kelihatannya sudah stabil...jangan terlalu kwatir y,kita sudah berusaha sekarang tugas kita berdoa untuk dede" "Iya ay" Dari jauh ku lihat ibu dan mas nano berdiri memandangi sebuah kotak kaca yg akhirnya aq tau itu adalah inkubator,ku hampiri mereka bersama mas gima... "Gimana dede bu?" "Sudah dtangani sayang,sabar y kita sedang menunggu kabar ruang IGD bayi di atas...nanti dede dirawat disana"jawab ibu sambil memelukku "Permisi ibu,yang mana orang tua bayi?" "Saya sus"sahutku dan mas gima "Bisa ke meja sebentar,dokter mau bicara" "Baik sus" Kamipun segera menghampiri dokter di mejanya... "Silahkan duduk bu pak" "Terima kasih dok" "Jadi begini anak ibu dan bapak ini kuning karna kadar billirubinnya tinggi,dan itu berawal dari kurangnya cairan yang masuk ke tubuh...seperti yg ibu bilang bayi ibu daya hisapnya kurang dan cenderung tidur terus,setelah dilihat data bayi ibu ternyata bayi ibu lahir kecil dan itu bisa menjadi penyebab utama daya hisapnya kurang" "Lalu bagaiman penanganannya dok,bayi kami masih bisa sehatkan dok?" "Kami tidak bisa janji,tapi kami akan berusaha...dikarenakan kadar billirubinnya tinggi sekali,maka darah bayi ibu harus di ganti dengan darah yg baru...karna itulah bapak dan ibu harus tes golongan darah untuk mengecek darah mana yang sesuai"... "Baik dok tolong lakukan yang terbaik" "Pasti,baiklah terima kasih dan silahkan kembali" "Terima kasih dok"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN