CHAT

388 Kata
Hampir 10 hari bayiku dirawat di rumah sakit,karna harus terus diberi sinar biru dan penanganan lainnya...sementara mas gima memfoto bayi kami yg sedang di sinar biru dan menjadikannya status wa,karna tidak di privat untuk keluarganya maka bapa dan semua saudara mas gima dapat melihat status itu... Chat Mba tina: "Anak siapa itu gim?" "Anak kamu?" "Kenapa kamu ga bilang kalo sudah punya anak?lalu itu sedang dimana?" "Iya mba,rencananya mau ngasih tau sekalian anter bubur merah putih ke rumah bapa dan mama...tapi malah kuning si dede,sekarang lagi dirawat di IGD bayi di rumah sakit" "Aduh kasian tuh bayi kamu,karna dosa emak bapaknya yang durhaka ke orang tua jadi dia yang kena karmanya "Maksud mbak apa,kami sedang berduka mbak...tolong jangan tambah tambah laki kedukaan kami" "Kamu pikir dengan kelakuan kamu begini tidak mendukakan bapa dan mama,terasa kan kamu giman rasanya punya anak...ini kamu belum kehilangan,gimana kalo kamu kehilangan seperti bapa dan mama"... "Kehilangan?saya masih mengunjungi bapa dan mama loh mba setiap bulan dan memberikan sedikit rejeki yg kami miliki" "Alah kebanyakan ngomong kamu gima,kamu sudah tau apa yang bapa,mama dan kami inginkan tapi kamu menutup mata" "Apa yang kalian mau?aq mencerkan nita dan meninggalkan bayiku?itu yang kalian mau? "Istri itu harus nurut pada suami,dan suami adalah imam keluarga...kami akan mau menerima istrimu jika dia yang ikut kamu bukan malah sebaliknya gima" "Astaga mba,itu semua bukan keinginan nita mba apalagi paksaan...tapi aku yang memutuskan dan ku yang memilih...sudahlah mba keadaan kami sedang kurang baik,bisakah mba tina sedikit saja ber empati terhadap keluarga kecil kami" "Jika kamu mau keluarga selalu dalam keadaan baik,maka berbaktilah pada orang tua dan bukan menyakiti hatinya..." "Cukup mba!!!" Dan tak ada lagi balasan chat dari mba tina setelahanya... "Kamu lagi chat sama siapa ay?" "Mba tina" ucap suamiku...yah kami memang selalu berusaha jujur satu sama lain agar rumah tangga kami damai selalu "Ada apa?" "Cuma nanya dede,karna liat status wa aku" "Emang ga kamu privat,boleh aku lihat" lanjutku sambil meminta "Nggak,aku lupa" Akupun segera membaca chat mas gima dan mbak tina,sakit sekali rasanya hati ini...disaat kami terpuruk malah bude dari bayiku sendiri semakin menjatuhkan mental kami...tapi aku tau kamipun hanya bisa bersabar dan berdoa,semoga masa berat ini akan bisa kami lalui... Pada hari ke-11 dokter sudah membolehkan kami untuk pulang ke rumah,terlihat sekali bayiku sudah sehat dan berat badannyapun bertambah 1kg lebih saat ditimbang ketika mau pulang...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN