Sabtu pagi,selesai membereskan pekerjaan rumah dengan dibantu suamiku kami segera bersiap siap untuk ke rumah mertuaku...jinjingan berupa sembako yang sudah kami beli semalam sekalian belanja bulanan di indomei pun sudah kami siapkan,satu untuk ornag tuaku dan satu untuk mertuaku...tidak lupa amplopnya juga sudah kami persiapkan semua,rasanya perasaanku tak bisa ditebak...ada rasa bahagia,takut,khawatir dan berbagai macam yang tak bisa aku ungkapkan...
Setelah siap kamipun segera berangkat,tujuan pertama adalah rumah orang tuaku...sesampai disana segera aq berikan sembako dan juga uang bulanan untuk orang tuaku,begitu banyak yang ditanya ibu dan ayah...yah aq adalah anak perempuan mereka satu satunya jadi wajar mereka khawatir ditambah ketiga abangku yg belum menikah...ibu dan ayahku sebenarnya ingin aku dan suami tinggal dengan mereka,tapi saat aku menyampaikannya suamiku langsung menolak karna dia tidak enak dengan ketiga abangku yang masih satu rumah dengan orang tuaku...
"Bu,nita ga bisa lama lama ya...abis dari sini mau pergi lagi"
"Ko buru buru nit,emang mau kemana?"
"Aku sm mas gima mau ke rumah mertuaku bu,doakan kami y bu!"
"Lah memang orang tua gima sudah menerimamu nak?"
"Belum bu,karna itulah kami minta doa ibu dan ayah semoga niat baik kami bertemu mertuaku berbalas dengan yg baik juga...Amin..."
"Amin...amin...semangat selalu y nak,semoga kebaikanmu bersambut juga dengan yang baik...jikapun tidak atau belum maka jangan marah atau kecewa,banyak sabar n selalu berdoa" nasihat ibu padaku
"Iya bu makasih nasihatnya,aku dan mas gima permisi dulu takut kesorean"
Suamikupun melajukan motornya ke arah rumah orang tuanya,aku tau dan merasakan bahwa bukan hanya aku yang merasa deg deg an tapi juga suamiku...tapi aku berusaha sesantai mungkin agar suamikupun santai,sesekali kami mengobrol dijalan...
"Ay,itu bapa dan mama ad adi teras sedang duduk santai"ucapku saat melihat k arah rumah mertuaku yg sudah dekat...
"Oiya,ya"sahut suamiku
Kamipun masuk ke pekarangan rumah dan suamiku memarkir motornya dibawah pohon mangga...ku lihat wajah mama dan bapa yg kurang bersahabat...
"Ma,pa...apa kabar sehat2?"tegur mas gima sambil berjalan ke arah bapa dan mama sambil salim n mencium tangan keduanya,akupun mengikuti suamiku dari belakang tapi saat aku ingin salim pada mama...tanganku di tepisnya begitupun ketika aku ingin salim pada bapa perlakuan yg sama aq terima...sedih dan kecewa tapi aku harus bisa mengendalikan diriku,lalu akupu ikut duduk di bangku panjang samping mas gima...
"Udah jadi jagoan kamu gima,berani bawa perempuan ini ke rumah bapa dan mama?" Tegur bapak dengan tegas
"Bukan begitu pak?"sahut mas gima
"Lalu apa?mau bikin jantung mama kumat kamu,berani bawa perempuan yang udah bikin kamu jadi anak durhaka?"sambung mama