KUNJUNGAN (2)

243 Kata
"Astaga mak,ga ada niat kami jelek datang kesini...saya dan nita datang untuk menengok bapa dan mama,kami juga membawa sembako dan sedikit uang untuk kebutuhan sehari hari... "Bapa dengar dari mbak mu tina,kalau kamu sudah menikah dengan wanita ini apalah betul?" "Betul pak dan kubawa nita kesini untuk memperkenalkannya sebagai istriku" "Luar biasa,menikah tanpa kehadiran kami...apakah kau sudah menganggap kami mati gima? "Bukan begitu pak,hanya saja........" "Cukup!!!pergi kamu dari rumah ini dan bawa semua barang n uang itu dari sini,kami sudah kehilangan anak sejak kamu memilih untuk menikahinya dan meninggalkan kami" "Tapi pak,gima sudah dewasa...sudah bisa mengambil keputusan apa yg terbaik untuk hidup gima,gimapun tidak akan lupa dengan kewajiban gima kepada bapa dan mama...tolong pak mengerti kali ini saja,gima sangat menyayangi ibu dan bapa" "Jika kamu menyayangi kami kedua orang tuamu mengapa kamu menikahi dia yg sudah jelas berbeda keyakinan,bahkan sekarang yg bapa dengar kamupun sudah ikut keyakinan wanita ini" "Pak keyakinan kami sudah sama dan nitapun sudah menjadi istriku lalu apa yang bapa dan mama mau?BERCERAI?tolong pak terimalah nita sebagai menantu kalian" ujar mas fima memelas... Aq hanya bisa diam dan terisak melihat n mendengar semuanya,tak sengaja mataku tertuju pada mama yang memegang dadanya... "Ay...ay...liat mama ay" Lalu mata bapa dan mas gimapun tertuju pada mama... "Mama!!! Jerit mas gima "Bu!!!" Bapa pun ikut panik "Gina pegang ibu,bapa mau ambil obat ke dalam" "Kita ga bawa ibu ke rumah sakit aja pak?" "Iya biar minum obat dulu baru kita bawa k rumah sakit"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN