Bagian 53

1004 Kata

Tenggarong… Menurut Safir tempat ini tak seramai di Balikpapan, tapi disini memiliki ketenangan. Lihatlah, jalanannya lenggang padahal masih siang. Arthur membawa mereka makan. Lagi- lagi makan, gak taukah suaminya itu kalau Safir sudah naik timbangannya menjadi 50 lebih. Kali ini mereka makan di sebuah restoran di atas kapal. ‘’Makan terus.’’ Protes Safir. ‘’Lihat nih badan akum akin subur.’’ Ujar Safir. Arthur tertawa geli. ‘’Makan selagi kita sama- sama, nanti kalau aku sudah sibuk kerja nanti kamu merengek.’’ Jawab Arthur. Safir menjulurkan bibir bawahnya. *** Setelah makan mereka sampai di sebuah museum yang terkenal, yaitu museum tenggarong. Tempatnya layak istana menaiki anak tangga dan masuk dari depan, hal pertama kita di sambut oleh singgah sana raja dan ratu, beberapa paka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN