Arthur tak berhenti menangis, untuk pertama kalinya ia menangis haru saat selesai memeriksa Safira. Safir di nyatakan hamil dan kembari lagi. Sepanjang jalan menuju pulang kerumah Papah dan Mamah, Arthur terus bercerita ini dan itu. ‘’Pokoknya aku ingin pamer ke rendo kalau aku punya anak kembar lagi.’’ Katanya sambil membawa mobil ia tertawa senang. Safira mengangguk sambil memakan manga muda yang sempet di belinya. ‘’Pindah kerumah mulai kapan Ar? Aku ingin tinggak disitu dan gak mau di apartemen lagi, sumpek.’’ Jawab Safira. ‘’Segera sayang, isi futniture dulu katanya kamu mau isi sendiri.’’ Arthur sesekali menatap Safir. ‘’Sebelum lahiran sudah tinggal disana, aku ingin mereka sekamar dengan kakak- kakaknya nanti.’’ Jawab Safir. ‘’Pasti sayang, pasti.’’ Jawab Arthur. *** S

