Sejak lamaran minggu lalu, Kak Mariana beserta Arthur datang kerumah orang tua Safir. Secara kekeluargaan Arthur ingin melamar Safir dengan wakilnya kak Mariana. Disini Kak Mariana nampak seperti seorang kakak yang sederhana walaupun “sederhanya” ber-merk. bayangkan yang ia kenakan seluruh tubuhnya Gucci. Sejak lamaran minggu lalu juga Safira resmi pindah kerumah Papah hingga menikah nanti, Safira sebenarnya agak aneh karena selama ini ia tinggal sendiri dan melakukan apapun selalu sendiri gak berharap orang lain. ‘’Bagaimana kabarmu Safir? btw selamat ulang tahun. Oh.’’ Kak Mariana menjentikan jarinya lupa. Ia mengambil tas berlogo brand ternama dan di berikan ke Safir. Safir mengambilnya lalu mengeluarkan isinya. ‘’Makasih Kak Mariana, jaketnya bagus.’’ Kata Safir seneng. Safir mer

