Safir terkulai di pelukan Arthur kini ia hanya bisa menatap pemakaman sang Ibu. Begitu cepat beliau pulang dan meniggalkan masalah tanpa solusi. Alm Ibu Ayu sudah dimakamkan. Rendo, Papah dan Arthur yang turun ke dalam liang untuk meletakan Ibu ke dalam peristirahatan terakhir tadi. Arthur nampak menaburi bunga dengan tangan sebelah yang bebas sedangkan sebelahnya menongka tubuh Safir. ‘’Ibu, Ibu, Ibu.’’ Panggil Safir. Masih terlalu kecil untuk ditinggalkan. Bayangkan anak umur enam belas tahun ditinggal Ibunya meninggal dunia, anak mana yang kuat ketika ditinggal? Mau cari dimana sosok Ibu kandung? Sekarang Safir mau kemana karena Ibunya sudah tiada. Sedangkan Ibu kita ke dapur aja pasti kita nyariin keliling rumah, nanyain ‘’Mamah mana?’’ kalo gak manggil sampe sang Ibu menjawab, iya k

