Satu bulan kemudian… Arthur memegang surat pindah milik Safir. Sekarang wanita itu resmi menjadi penduduk Kalimantan Timur. Sejak duka menyelimuti mereka sebulan yang lalu, Safir mulai bangkit dan hidup seperti biasa. Sekarang, Safir sedang menghidangkan teh hangat untuk Arthur yang barusan pulang kerja. Lia dan Lio asyik bermain rumah- rumahan dari bantal dan guling di depan tv. ‘’Ya Ampun, berantakan.’’ Kata Safir saat mengantarkan minuman ke Arthur. Arthur yang duduk lesehan membantu Safir mengambil nampan dan meletakannya di lantai. ‘’Makasih sayang.’’ Kata Arthur sambil meminum segelas teh hangat. Ia menyeruputnya pelan- pelan. Safir duduk di depan Arthur matanya melihat keluar, diluar sedang hujan deras dan Arthur sedikit kebasahan tadi. ‘’Makan malam diluar yuk.’’ Ajak Arthur

