Hujan belum reda bahkan semakin deras. Arthur melihat kedua anaknya yang kekenyangan, Safir nampak membersihi tangan Lia menggunakan ujung bajunya. Arthur menerima pesan dari penjaganya kalau di kosan Safir masih mati lampu, kemungkinan kabel listrik koslet akibat petir tadi. ‘’Apartemen yuk, dikosan masih mati lampu.’’ Kata Arthur. Safir menengok ke Arthur dan menggeleng pelan. ‘’Kosan aja, gakpapa mati lampu. Besok juga nyala.’’ Kata Safir ia meminum sisa teh di gelas. ‘’Koslet sayang, lagian kasian si kembar. Ayo, Appih bayar dulu.’’ Arthur beranjak untuk membayar di kasir. Safir menyuruh kedua anaknya untuk berdiri namun keduanya sempoyongan karena sudah merasa ngantuk. Safir tertawa geli ketika Lia dan Lio mendatangi Appihnya. Mereka berdua mengangkat tangannya untuk di gendong

