‘’Mereka tidur, biarkan tidur berdua. Dari sekarang harus di didik bobo pisah sama kita biar besok lusa pas nikah bisa mandiri sendiri.’’ Kata Arthur memberi pengertian. Safira berfikir benar juga tapi kasian nanti kalo ada apa- apa gimana? Apalagi kalau bangun tengah malam untuk minum s**u. ‘’Kemarilah.’’ Arthur menepuk tempat tidurnya, Safir menengok ke Tv dan melihat Tuan Massimo yang tampan. ‘’Film apa ini?’’ tanya Safir ia duduk disisi kasur. ‘’Film Uh Ah.’’ Jawab Arthur dan Safira menggeleng ia melempar pelan bantal ke Arthur. ‘’Sembarangan mulutnya, bukan.’’ Kata Safir dan Arthur tertawa lepas ia mengangkap bantal itu dan meletakannya. ‘’Terus film apa? Aku aja asal putar filmnya.’’ ‘’Hah masa? Boong, coba kulihat judulnya.’’ Safir mendekati tv. Arthur dengan iseng mem-p

