Tiada hari yang seindah ini, hari yang ditunggu tiba. Sebentar lagi ijab Kabul akan dimulai. Arthur berulang kali merapal ijab Kabul sambil terus berdoa semoga semuanya lancar hingga selesai. Arthur nampak gagah dalam balutan baju pengantin cowok dan memakai peci di kepalanya, tema yang mereka ambil adalah warna putih. Arthur dan Safir memilih masjid untuk ijab Kabul dan resepsinya di Gedung benua patra pertamina. Sebelum acara ini Arthur dan Safir terlebih dahulu mengunjungi pemakaman orang tua Arthur. Mereka meminta izin kepada Alm Mommy dan Daddy untuk menikah Arthur memegang tangan Safir saat wanita itu menuruni anak tangga untuk mendekati pemakaman Mommy dan Daddy di gunung pipa strat satu. Mereka sampai di sebuah kuburan kembar dan terpasang pagar yang mengelilingi dua batu nisan

