Olivia berusaha mengunyah makan malamnya dengan tenang dibawah tatapan gelisah yang diberikah Laura dan Adam padanya. Sesekali dia memeriksa jam melalui layar ponselnya dan saat ini sudah pukul sembilan malam. Informasi yang Adam berikan terakhir kalinya adalah Richard masih betah menunggunya didepan pintu rumah Adam. Dan itu satu jam yang lalu. Olivia juga gelisah sebenarnya. Demi Tuhan, apa yang Richard mau hingga berbuat nekat dan sulit dimengerti seperti ini. Menunggu seseorang selama ini bukanlah hal yang mau Richard lakukan selama ini, tapi sekarang... dia bahkan sudah disana sejak berjam-jam yang lalu. Memegang sendok dan garpunya dengan gelisah, Olivia memberanikan diri melirik pada Adam yang sedang mencuri lirik padanya. “Kau sudah menyuruhnya pulang, kan?” tanya Olivia. Adam

