Empat Puluh Empat

1451 Kata

“Jangan cerewet, Adam. Aku hanya sedang mengajak Olivia bersenang-senang. Ck, baru tiga jam yang lalu dia keluar dari rumah dan kau sudah menyuruhnya pulang? Mati saja kau sana!” Olivia tersenyum geli mendengar omelan Laura setelah dia menyimpan ponselnya. Mereka sedang berjalan beriringan setelah keluar dari sebuah salon. Sebelumnya mereka pergi membeli seluruh pakaian, sepatu dan aksesoris yang terlihat indah dimata mereka. “Ck, aku jadi semakin curiga saja!” rutuk Laura. Olivia memutar bola matanya malas. “Apa? Kalau aku mengandung anak Adam?” “Bukan,” Laura memutar kepalanya, menoleh menatap Olivia dengan tatapan serius. “Kalau adikku jatuh cinta padamu.” Olivia tertawa. Benar-benar tertawa setelah dua minggu lamanya dia sulit melakukannya. “God, kau ini benar-benar lucu.” “Hei,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN