Richard bangun dengan kepala yang berdenyut ngeri. Duduk dipinggir ranjang, dia membungkukkan tubuh untuk meremas rambutnya. Kemudian matanya melirik keatas nakas, botol dan gelas minumannya masih disana. Sejak semalam, Richard sulit menghitung berapa botol minuman yang telah dia habiskan. Dia bahkan tidak pergi bekerja dan membiarkan ponselnya berdering berkali-kali. Mungkin sekretarisnya hampir saja menangis semalam saat Richard tidak datang ke kantor tanpa kabar dan meninggalkan semua pekerjaannya. Dan semua itu karena kepergian Olivia Sinclair. Richard sudah kehabisan ide untuk melampiasakan kemarahannya selain menghancurkan ruang kerjanya dan meminum koleksi minuman beralkohol yang dia miliki. Baru saja dua puluh empat jam berlalu, tapi dia

