Empat Puluh Dua

1449 Kata

Pukul sebelas malam. Kafe akhirnya tidak menerima tamu lagi. Richard duduk kelelahan disebuah kursi. Rasanya kakinya akan lepas saat ini. Belum pernah dia merasa selelah ini sebelumnya. Saat sedang mengistirahatkan tubuhnya, Richard tersentak dengan sebuah gelas yang diberikan padanya. Dia menengadah, menemukan Olivia berdiri disampingnya. “Untukmu. Kau pasti lelah.” “Thanks.” Ini hanya segelas air putih, tapi menurut Richard air putih ini terasa sangat enak dimulutnya. “Aku sudah menyuruh Alex untuk mengantarkanmu pulang.” “Aku datang untuk bicara padamu.” “Lain kali saja.” “Apa? Yang benar saja, Olivia? Aku bahkan sudah...” “Kita sama-sama lelah hari ini. Kau baru saja pulang dari London dan harus membantuku disini. Kau membutuhkan istirahat yang cukup.” Richard ingin protes, t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN