"liiiiii...." Asry kembali menyengir kuda menunjukkan kedua pipinya dengan mata yang terpejam. Black hanya memandangnya diam. Dirinya sangat tenang jika Diva mengunjunginya. Sepertinya dia akan menjadi teman setia untuk Diva nanti. "Kau kenapa Asry?" tanya Diva melihat Asry yang bersikap gemas seperti itu. Asry hanya terdiam duduk di samping Diva. Asry memandang kedua mata Black yang ada di hadapannya. Black pun juga sebaliknya, ia memandang manik Asry dengan lekat. Tak lama kemudian, Black bangun dan berpindah tempat sedikit menjauh dari Diva dan Asry. Ia berdiam diri di pojok kandangnya. "Ayo, Asry," ajak Diva berdiri. Asry pun ikut berdiri dan berjalan di tuntun Diva. Diva mengajak Asry kembali masuk ke dalam untuk mencari cemilan yang ia makan. Di bukanya kulkas besar yang ada di dap

