Saat Ana memilih baju, gerak geriknya di pandang seseorang dari luar. Karena toko itu memang berdinding kaca, jadi terlihat dari luar. "Bukankah itu Ana? Kenapa dia memilih-milih baju anak-anak?" gumamnya melihat Ana yang sedang memilih baju. la berjalan cepat untuk menghampiri Ana di sana. Tanpa aba-aba, dia menyerat Ana dengan kasar. Ana yang tiba-tiba saja tangannya di seret itu pun berontak agar terlepas tangannya. "Leppaas..." berontaknya cukup kuat, tangannya pun akhirnya terlepas dari genggaman seseorang itu. Semua pengunjung itu terdiam melongo melihat Ana yang tiba-tiba di seret oleh seorang pria. "Aunty... ini bagus kan?" "Loh..loh... aunty mana?" sambung Diva celingukan karena Ana tiba-tiba saja tidak ada di belakangnya. Pandangan Diva pun tertuju melihat Ana yang sedikit ja

