Setelah 30 menit mereka makan, perbincangan pun mereka mulai. "Apa kau tau...?" ucapnya terjeda. "Tidak," selanya sebelum wanita itu menyelesaikan ucapannya. "Lama-lama aku sumpal mulutmu. Aku belum selesai berbicara," ketusnya yang terlalu bar-bar. Pria yang ada di depannya hanya mengedikkan bahunya. "Aku baru pertama kali ini datang ke rumah Ana dan tuan Sean," ucapnya "Lalu?" alisnya terangkat sebelah. "Kau bisa diam dulu tidak," sentaknya karena orang yang ada di hadapannya selalu saja menyela perkataannya. "Iya... iya... lanjutkan," jawabnya. "Rumahnya sangat mewah sekali, bahkan di halamannya ada kandang binatang-binatang buas. Tapi, bukan itu yang mau aku katakan," ucapnya. "Memang apa yang mau kau katakan?" tanyanya mulai penasaran. "Tadi.... Aku di sana di habisi massa. Mere

