Lukas mendekap tubuh Cilla saat perempuan itu merapat padanya. Cilla menjadikan lengan Lukas sebagai bantalan, tampak nyaman untuk saling merapat. Lukas menaikkan selimut untuk menutupi tubuh Cilla ketika mereka sudah membiarkan pakaian atas ditanggalkan. Tidak cukup untuk mereka hanya mengandalkan sofa. Lukas membopong tubuh ramping itu ke kamar dengan bibir yang tidak lepas mengulum dengan sangat liar. Perlahan, jemari tangan itu mengusap peluh di kening Cilla dan mengecup mesra sisi rambutnya. “Kenapa cemberut? Aku udah berbuat kasar sama kamu?” Pertanyaan yang mengandung ucapan sedih dan khawatir itu membuat Cilla menggeleng. “Aku cuma sedih sama telapak tanganku.” Ucapan polos itu membuat Lukas menaikkan alisnya. Cilla pun langsung mengangkat kedua telapak tangannya dan berucap

