Jonathan menarik pelan wajahnya dan memberikan jarak untuk menatap lekat manik hitam di hadapannya yang terpaku. Bibir Cilla masih sedikit terbuka dan Jonathan tidak meminta perempuan itu untuk membalas ciumannya. Karena ia hanya melakukan sepersekian detik dalam keterdiaman Cilla. “Dia pria pertama yang ambil ciuman pertama kamu?” tanya Jonathan, nyaris berbisik dengan membelai lembut bibir bawah Cilla. Perempuan yang masih terpaku, menatap lekat manik hitam Jonathan, mengangguk pelan tanpa sepatah kata pun. Jonathan menarik sudut bibirnya. “Di banding dia, ciuman siapa yang lebih kamu sukai?” “Ha?” Cilla melongo sempurna dengan pertanyaan Jonathan. Ia tidak pernah berpikir pria itu bisa lebih aneh di bandingkan dirinya sampai bertanya seperti ini. Jonathan tersenyum penuh arti dan d

