Meisya tampak memejamkan matanya erat, kedua tangannya saling meremas disertai dengan tarikan napas yang dihembuskan dari mulutnya guna mengurangi sedikit rasa tegangnya. Ando yang berada di sebelah Mesya pun hanya bisa merangkul pundak istrinya disertai dengan remasan pelan seolah berkata bahwa semuanya akan baik-baik saja. Sejenak, Meisya menatap pada Ando untuk meyakinkan dirinya bahwa semuanya akan baik-baik saja. Ando pun balas menatap Meisya dengan seulas senyum yang menandakan bahwa ia telah siap dengan segala apa yang akan terjadi setelah ini. Sejujurnya, Ando pun merasakan apa yang dirasakan oleh Meisya saat ini, tapi ia tak menampakkannya. Ando cukup bisa untuk menyembunyikan ekspresi tegangnya seolah tidak akan terjadi apa-apa. Karena bagaimana pun Ando telah melanggar janji

