Luke menghela napas pelan, memutar bola matanya malas. “Kenapa kamu selalu ada di mana-mana?” Hani berdiri, menghampiri Luke, menatapnya dengan sengit. “Ini rumahku, jelas aku ada di sini. Sedangkan kamu, ngapain kamu di sini? Aku muak bertemu dengan orang sombong dan tidak sopan sepertimu. Kamu itu---“ “Hani cukup!” Regina berteriak hingga Hani sontak menggantung kalimatnya. “Tolong semuanya duduk dulu, kita bisa bicarakan dulu baik-baik.” lanjutnya hingga membuat yang lainnya bergegas mengambil duduk di kursi kosong. “Ehem! pertama saya mau mengucapkan selamat datang pada Luke dan Bu Desi di rumah kami. Maaf untuk keributan kecil tadi.” “Iya, terima kasih Pak Cahyo. Saya juga minta maaf untuk Luke atas keributan kecil yang telah terjadi." “Jadi, Hani! Luke! Apa sebenarnya kalian

