“Udah, sekarang kamu istirahat ya, calon anak kita juga butuh istirahat.” Max membelai rambut Nana dengan lembut. “Mas, tapi ada yang ingin aku tanyakan sama kamu,” Max menaikkan sebelah alisnya. “Aku masih kepikiran sama perkataan pria tadi. Apa maksudnya? Apa hubungan kalian di masa lalu? Dan kenapa dia sampai menaruh dendam sama kamu Mas?” Max mengalihkan pandangannya ke arah lain, helaan napas panjang keluar dari bibirnya. “Ini soal wanita.” Nana mengernyitkan dahinya. “Mas, tolong ceritakan padaku. Tolong jangan ada yang ditutupi, kamu sudah berjanji untuk tidak berbohong padaku.” Nana memegang sebelah tangan Max, memintanya untuk menceritakan semua masa lalunya dengan Luke. “Aku dan Luke dulu bersahabat. Sebenarnya kami bersahabat bertiga bersama seorang wanita bernama Rara.

