Setibanya di sirkuit balap yang dimaksud di peneror, Max menghentikan mobilnya. Dari dalam mobil, ia bisa melihat mobil sedan hitam terparkir di depan tak jauh dari mobilnya, ia bahkan dapat melihat seseorang dengan pakaian tertutup, memakai penutup hoodie untuk menutup kepalanya berdiri seraya melipat tangan di dadanya. 'Siapa orang itu sebenarnya?’ Max turun dari mobilnya. Pria itu sontak mendongakkan kepalanya ketika ada orang menghampirinya. Max tidak bisa melihat dengan jelas siapa orang dibalik masker hitam yang menutupi hidung dan mulutnya itu. “Akhirnya kamu datang juga Max.” Max merasa familiar dengan suara ini, namun ia tidak bisa mengingatnya. “Siapa kamu? Apa maksud kamu mengirimkan teror kepada keluarga saya?” “Kamu ingin tahu siapa saya? Coba tebak?” “Saya tidak suka bert

