Setibanya di rumah, Max dengan cepat keluar dari mobilnya sembari membawa kue greentea pesanan Nana, menerobos masuk ke rumah yang kebetulan sedang tidak dikunci. “Na! Nana!” max pergi mencari Nana ke ruang tamu, ruang tv hingga ke belakang. “Na! Nana kamu di mana?!” namun Max tidak menemukan Nana. Ia menarik rambutnya frustasi dengan wajah yang memerah. Ia belum siap untuk kehilangan istrinya. Saat ia hendak menaiki tangga, menuju kamarnya. “Mas, kamu baru datang kenapa teriak-teriak?” Nana terlihat menuruni tangga dengan langkah tergesa. “Na, jangan lari-lari.” “Mas sih teriak-teriak. Aku 'kan jadi panik. Takut ada apa-apa.” balas Nana setelah tiba di anak tangga terakhir. Max memperhatikan istrinya dari atas hingga ke bawah, mengusap pipinya pelan. “Kamu ngga apa-apa 'kan?” “Aku

