“Ya udah Ma, aku ke belakang dulu ya, mau narok kue ini sekalian lanjut sarapan.” “Ya udah, nanti kalau udah selesai sarapan tolong sekalian cuci piringnya ya,” “Iya Ma,” Hani pun pergi ke belakang sembari membawa kue pemberian Luke. Ia kembali duduk di ruang makan, melanjutkan sarapannya. Ia juga meletakkan kue tersebut ke atas meja makan. Ia terus menatap kue tersebut, “Hm, aku pengen ngucapin terima kasih sama dia dulu deh, apa aku telepon aja ya?” gumamnya lalu sekian detik kemudian, ia meraih ponselnya yang berada di atas meja makan, tepatnya di sebelah piringnya. “Eh, tapi dia sibuk ngga ya sekarang?” ia menatap jam di ponselnya yang sekarang menunjukkan pukul setengah 9 pagi. “Hm, coba dulu aja kali ya,” Hani pun nekat untuk menghubungi Luke. “Lagian kalau dia sibuk, juga ngga ba

