Ting! Ting! “Tunggu sebentar!” seru Nana yang sedang berada di dapur. Ia baru saja selesai mencuci piring dan segera bergegas menuju pintu depan ketika mendengar bel rumah berbunyi. Ceklek! “Eh Mas kamu udah pulang? Tumben pulang cepat hari ini?” Nana menyalim tangan Max. “Aku kangen istriku soalnya,” Max sontak menarik istrinya ke dalam pelukannya, menghirup aroma parfum yang manis dari ceruk lehernya, “Ihh Mas masih dl luar ini, malu kali kalau dilihatin orang,” Nana menepuk-nepuk pelan tangan Max yang melingkar di pinggangnya. “Loh, emangnya kenapa? Kita 'kan juga udah nikah, ngga perlu malu.” ujar Max setelah melepaskan pelukannya. Nana merapatkan bibirnya, “Ya udah masuk dulu yuk,” Max mengangguk, mengikuti istrinya masuk ke dalam. “Mas, kamu 'kan pulang cepat nih, kita n

