“Happy birthday Hani~ temanku yang bawel,” Hani yang belum sepenuhnya tersadar sontak tersentak ketika menjawab panggilan dari Nana. “Ya ampun kirain kenapa kamu telpon aku pagi-pagi begini, ternyata karena ini,” “Iya dong, jangan-jangan kamu lupa ya kalau hari ini ulang tahunmu?” “Ya, ngga lah cuma kaget aja tapi makasih ya, hm, terus hadiahnya mana?” “Ada. Makanya kamu ke rumah dong, sekalian lihat baby Jihan.” “Ah iya aku lupa kalau kamu udah melahirkan Na, ya udah nanti aku ke rumah ya. Aku mau uyel-uyel baby Jihan~” “Oke. Udah dulu ya Han, aku mau mandiin baby Jihan dulu nih.” “Siap! Byee~” “Byee~” setelah sambungan terputus, Hani kembali meletakkan ponselnya ke atas meja nakas, mengikat rambutnya lalu bangkit dari ranjang. Sesekali ia menggerakkan otot-otot leher dan tubuhnya

