Syarin hanya bisa diam saat Alfred memarahinya. Entah kenapa pria itu tiba-tiba menjadi tempramen terhadap hal sekecil apapun. Masalahnya sepele, saat Syarin balik dari luar posisinya Alfred sudah bangun dan mencari wanita itu kemana-mana. Dibalik marahnya pria itu, ada rasa khawatir yang besar. Tapi hari ini sepertinya, Alfred kehilangan kontrol diri dan malah memarahi Syarin dengan nada satu oktaf lebih tinggi. "Saya capek Sya. Saya sempatin waktu padahal sebenarnya saya sangat sibuk di Indonesia. Hanya karena kamu, cuma karena kamu sana kemari. Tapi kamu? Astaghfirullah, saya enggak nyangka kalau kamu suka keluar malam-malam. Apa seperti ini kebiasaan kamu selama 7 tahun terakhir?" "Sya, jangan diam. Jawab saya." "Kalau seperti ini, kesannya kamu gak menghargai saya yang rela jauh-j

