Professor Aaron Pov Saya terus memberikan perhatian lebih kepada Syarin dengan harapan wanita itu bisa seperti sedia kala. Karena sudah seminggu ini, dia kelihatan berbeda sekali, seperti orang yang tengah mempunyai masalah berat. Sebenarnya saya mau membantu jika dia mengatakan apa masalahnya. Tapi sayang, nona Syarin tak mau membahas mengenai itu. Terus saja berkata bila ia baik-baik saja. Entah ini hanya perasaan saya saja atau memang benar, bahwa setelah seminar waktu itu, nona Syarin begitu berbeda dari sebelumnya. Saya tak bisa menjabarkan perbedaannya yang seperti apa, tapi intinya saya bisa merasakan perbedaan itu. "Hello, you can help me my brother?" Saya menghela napas panjang, adik saya yang satu ini benar-benar mencari masalah. Jarang berkunjung ke rumah, sekalinya berkunj

