Tunggu dulu Sya, saya akan berjuang untuk kamu. Insyaallah setelah menikah dengan saya, kamu akan mencintai saya. ______________ Hari Minggu, dimana dari subuh sampai pagi aku sudah disibukkan persiapan untuk ke Bandung. Bayangkan, dari subuh! Aku saja baru pulang dari rumah sakit tepat pada pukul 3, dan setelahnya sampai sekarang sama sekali belum memejamkan mata. Duh. Apalagi nanti harus satu mobil dengan Hafiz. Rasanya aku ingin pergi sendiri saja, atau mungkin naik transportasi lain. Itupun jika bisa. Karena Umi dan kak Zizah pasti bertanya yang enggak-enggak. "Sya ada calon suami didepan." ucap kak Zizah memberitahu. Aku yang tengah sibuk memoles wajah melirik kearah kak Zizah, memastikan jika ucapannya itu benar. "Ngapain?" tanyaku. Kayaknya aku gak ada janji deh sama dokter

