Wahai pemilik suara merdu. Sekarang aku tahu jika kamu adalah dokter Azzam, calon suamiku. _____________ Hatiku bergetar saat mendengar suara itu, suara yang setiap Jum'at terdengar mengalun dari masjid Al-Azhar. Kini tiba-tiba terdengar dari arah ruang tamu. Suara itu benar-benar mirip dengan suara pria Kahfi. Sayangnya, kali ini bukan alunan surah Al-Kahfi seperti biasa, melainkan lantunan surah Ar-Rahman. "Mbak, itu yang baca siapa sih?" tanyaku pada mbak Arum. Saat ini aku sedang berada didalam kamar Mbak Arum. Maklum, aku tiba disini tepat pukul 10 dan sekarang baru pukul 11. "Kenapa? Suaranya enak ya Sya?" Aku mengangguk, apa jangan-jangan pria Kahfi itu temannya mas Rizky, atau temannya mbak Arum. Wow jika seperti ini, bukankah ini sebuah pertemuan tak terduga. Lagipula aku

