Sampai pagi menjelang datang, Dasha masih berada dalam pelukan Bara. Pria itu tak juga melepaskan genggaman tangannya kepada Dasha, hingga membuat wanita itu tak bisa apa-apa saat ini, yang Dasha lakukan hanya pasrah saja. Wanita itu bangun lebih dulu. Dia menatap wajah Bara yang saat ini masih saja tampan baginya. Alisnya yang tebal, juga hidungnya yang mancung layaknya perosotan anak TK, membuatnya merasa gemas sendiri. "Bara, lepaskan tangan ku." Dasha berusaha untuk melepaskan tangan Bara yang menggenggam nya sedari malam tadi. Sampai saat ini, Bara masih tak sadar, bahwa wanita yang ada di sampingnya adalah Dasha bukan Luna. Pria itu sendiri berhalusinasi semalaman dan terus mengigau tak jelas, yang membuat Dasha dengan terpaksa harus berada di tempatnya untuk menenangkan Bara.

