Bara mendesah kecil. Jika ibunya sudah memberikan sebuah perintah, maka dia tak bisa sedikitpun untuk tidak melakukan perintah itu. Dia menarik nafasnya dengan panjang. Sungguh, saat ini dia tak merasa lapar sedikitpun. Pria itu tak ingin makan, suasana hatinya juga sedang buruk. Bara mengangkat kepalanya, melihat Dasha yang sampai saat ini, masih berada di depannya. Pandangannya fokus ke arah kotak makan yang kebetulan berada tepat di tangan wanita itu. "Apakah kau membawakan makanan untukku?" Dasha gelagapan. Niatnya tadi, dia hanya ingin mengajak Bara makan siang bersama saja, tetapi sepertinya Bara mengira kalau makanan yang ada di tangannya diperuntukkan kepada pria itu. Bukan maksud Dasha pelit karena tak ingin membagi makanannya, tetapi karena dia takut masakan buatannya ini te

