○28. Luna hanya bisa terdiam saat Bara mengeluarkan unek-uneknya. Mungkin ini adalah kali pertamanya, pria itu mengingatkan seluruh kesalahannya di masa lampau sampai sekarang. Luna merasa terpojokkan. Dia gak bisa berdalih dan mengatakan kalau semua ini demi pekerjaannya saja, karena Luna tahu sekali kalau Bara sangat tak menyukai alasan itu. Dia hanya bisa menarik nafasnya dengan kasar. Hatinya tak terima jika dia kalah dan paling bersalah dalam hal ini, tetapi jika kebenarannya seperti itu, lalu apa yang harus dilakukannya? "Maaf." Entah sudah keberapa kali, dia mengucapkan kata itu. "Aku tahu, aku juga bersalah di sini. Aku terlalu egois dan hanya mementingkan keinginannya diri sendiri saja, tanpa memikirkan perasaan orang lain," ucapnya dengan jujur. Bara tersenyum kecil. Se

