Bandung. 22:01 WIB. Dalam perjalanan pulang menuju komplek perumahan tempat aku dan Ares tinggal, mobil sempat berhenti dua kali untuk mengantar pulang Fatma dan Darla. Yang pertama adalah Darla yang ternyata jarak antara rumahnya dengan pasar malam tak begitu jauh. Rumahnya berada di daerah padat penduduk, harus memasuki gang sempit dan berkelok-kelok dulu untuk sampai di sana. Ares tentu saja bersikap sebagaimana pria sejati, ia turun dari mobil untuk mengantar pacarnya sampai rumah dengan selamat. Alhasil meninggalkan aku dan Fatma berdua saja di dalam mobil. “Tahukah kau, Fat,” kataku berusaha memulai percakapan “Aku baru sadar kalau Ares benar-benar bodoh. Sebelum berangkat ke pasar malam, dia menjemput pacarnya terlebih dulu yang jaraknya dekat dengan pasar, l

