17. Ayah yang Otoriter

1361 Kata

Bandung. 22: 37 WIB.       Ternyata benar apa kata Kak Irma. Sakit demam Fred cukup serius.       Sepupuku terbaring di atas ranjang dengan sebuah kain putih kecil yang basah berada di atas keningnya. Sosoknya memakai jaket tebal dengan selimut yang menutup sampai ke d**a. Dengan kedua mata yang memejam, ia terbatuk beberapa kali.       Ibu duduk di dekatnya, sedang mengganti air kompresan. Ia mengambil kain itu di kening Fred, mencelupkannya ke sebuah wadah berisi air, memeras kainnya lalu diletakkan kembali ke kening Fred. Kedua alisnya bertaut khawatir.       Kemudian ibu melihat kedatanganku. Ia tersenyum lemah. “Dennis, kamu sudah pulang?”       Semua orang beralih menatapku, dan baru kusadari kehadiran ayah. Dia berdiri, punggungnya bersandar pada dinding di pojok kamar. Po

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN