Medan. 01:35 WIB. Di dalam kamar hotel, berbaring di ranjang yang berbeda, obrolanku dengan Ares mulai mengarah pada pertemanan kami. Bukan topik yang ingin aku bahasa sebenarnya, telebih di saat kondisi yang tak menentu. Membicarakan ikatan pertemanan yang merenggang di antara kami selalu membuatku jengah. Aku akui, persahabatan dengan Ares telah berlangsung lama. Ia menjadi teman pertamaku saat pindah ke Bandung. Sekaligus, teman setia saat masa-masa sekolah dulu. Aku tak dapat menolak kenyataan bahwa dulu kami sangat dekat. Namun, seiring kami berdua menjalani hidup masing-masing, kedekatan itu merenggang. Terpisah oleh jarak, kami jarang berkomunikasi. Saling bertukar kabar melalui sambungan ponsel pun biasanya Ares yang memulai. Jarang sekali ak

