Jakarta. 21:55 WIB. Ini semua teramat mendadak untuk kualami sehingga membutuhkan waktu lebih banyak untuk menerima keadaan. Fakta pertama dan terbesar yang masih kucoba untuk resapi adalah kenyataan bahwa saudara kembarku ternyata meninggal secara tak wajar, dan kenanganku tentang kematiannya yang selama ini kuyakini ternyata hanya kenangan palsu belaka. Ini semua teramat membingungkan sampai-sampai kepalaku yang tadinya memang sudah sakit kini teramat pusing. Jangan terlalu memaksakan diri untuk mencoba mengingatnya, kata Fred tadi sesaat sebelum kami memasuki kamar hotel kami masing-masing. Fred bilang bahwa kenangan asli itu sudah tertimbun sangat jauh di dalam otakku selama belasan tahun sampai mungkin tak bisa lagi diakses. Akan tetapi tetap saja, kini

