29. Kejutan Tak Berujung

1496 Kata

Jakarta. 07:15 WIB.       Ketika kedua mataku terbuka di pagi hari, aku merasa sedikit kecewa karena menyadari semua peristiwa yang terjadi kemarin bukanlah mimpi.       Tubuhku yang masih lecet dan terasa memar di beberapa bagian pun menjadi bukti. Rupanya otakku yang masih mampu berpikir logis belum sepenuhnya menerima atas kebenaran tentang kematian Dimas. Akan sangat jauh lebih mudah untuk meyakini bahwa semua itu hanyalah mimpi belaka.       Namun, ini semua memanglah nyata. Kejadian mengerikan kemarin, semanya memang benar-benar terjadi. Kini, pilihan apalagi yang kupunya selain mencoba menerima semua ini dengan perlahan? Aku meyakinkan diriku sendiri bahwa segalanya akan berubah, ada sesuatu yang berbahaya dan berkemungkinan besar membuatku mati menantiku di depan. Kenyataan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN