39. Kasih Sayang Tanpa Ikatan Darah

1327 Kata

Jakarta. 07:15 WIB.       Selepas mengirim pesan singkat pada Ares, aku mengambil sebuah kaus di dalam lemari dan memakainya. Karena sudah barang tentu aku tak bisa beraktifitas seharian ini dengan bertelanjang d**a. Lalu, kutatap bayanganku sendiri di dalam cermin untuk sesaat. Memastikan bahwa rasa frustasi yang kini kualami tak berefek pada penampilan fisikku.       Kuamati dengan cermat setiap gurat wajah dan lipatan kulit, dan tak menemukan keanehan. Aku tak tampak seperti orang yang nyaris kehilangan kewarasan. Gejolak pikiran yang terjadi di kepalaku tak tercetak dalam raut wajahku yang masih mampu bersikap tenang. Dan aku cukup lega mengetahui itu. Mungkin dengan begini aku bisa meyakinkan semua orang bahwa aku baik-baik saja, dan sudah siap menghadapi segalanya. Tak perlu lagi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN