40. Pemberontakan Fredian Rico

1311 Kata

Jakarta. 09:37 WIB.       “Bagaiaman keadaanmu sekarang, Dek?” tanya Kak Irma setelah melepas pelukan. Air mata masih menggenang di kedua kelopak matanya.       Aku mencoba tersenyum, meski sedikit masam. Akhir-akhir ini banyak orang yang melemparkan pertanyaan semacam itu padaku. “Seperti yang sudah Kakak lihat sekarang. Hanya sedikit takut dengan semua masalah ini.”       “Kita pasti bisa menyelesaikan masalah ini,” ucapnya mencoba meyakinkanku, barangkali itu akan berhasil jika keragu-raguan tak terdengar jelas dari tiap kata-katanya. “Kakak tahu kamu pasti bisa melalui semua ini. Dan Kakak benar-benar minta maaf karena enggak berterus terang soal rahasia ini pas malam kemarin sama kamu. Harusnya Kakak langsung cerita---“       “Enggak. Kakak gak perlu minta maaf soal ini,” aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN