Perasaan Gelisah

1980 Kata

"Kenapa Ayah yang jemput? Mama ke mana?" Ado duduk berjongkok tepat di depan putranya, sesekali membenarkan letak tali tas yang tersampir di bahu Rei. "Mama masih di tempat kerja. Jadi, Ayah yang jemput." Kedua bahu Rei sontak turun dengan lesu. Ia pikir mamanya yang akan datang menjenguk, tetapi malah ayahnya yang datang. Kalau dipikir lagi, Rei masih kesal setelah melihat sang Ayah duduk berdua bersama seorang perempuan tanpa pengetahuan mamanya. Coba bayankan, seandainya Rei tidak mengatakan pada mamanya saat video call, pasti ayahnya tidak akan bercerita kepada mamanya. Benar, kan? "Ayo, Rei." Ado menegur Rei yang diam saja saat ia menggandeng tangan bocah itu. Yang dilakukan Rei cuma mendongak, setengah menyipitkan mata akibat silau terkena sinar matahari yang sedang terik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN