“Oh ya. Kenapa juga harus membahas umur dan Jack? Lebih baik bahas sesuatu yang dapat membuat bahagia. Gimana kalau selanjutnya kita berlibur bertiga? Kamu mau kan, Ly?” “Mau, Daddy. Kemana?” jawab Marilyn penuh semangat. “Kalau kamu gimana, Ly? Mau, kan? Lagipula kamu guru privatnya Marilyn, jadi kamu harus menemani dia,” kilah pria itu. Lily tertegun dan terdiam, tampak berpikir untuk sejenak. Lalu, gadis itu bertanya, “Memangnya kita mau ke mana?” Jay tersenyum, lalu menjawab, “Ke Shanghai. Gimana mau, kan?” “Yeayyyy, mau Daddy,” seru anak perempuan itu. “Lily?” Jay menatap gadis itu menunggu jawaban darinya. “Ya, baiklah. Tapi kapan?” tanyanya penasaran. “Nanti aku beritahu, biar aku yang siapkan semuanya. Kamu punya paspor, kan, Ly?” tanya pria itu. “Tidak punya, Jay.

